Melatih logika berbicara
Hal itu tidak akan terbentuk dalam waktu semalam. Perlu latihan rutin & membiasakan diri untuk memperhatikan ucapan diri sendiri. Ada 5 hal untuk berbicara logis:
1. Berikan alasan yang tepat untuk argumen anda. "karyawan yang mampu menyampaikan alasannya dengan baik pasti akan disukai oleh atasannya"
2. hindari lompatan logika yang melebih-lebihkan. kita harus ingat untuk tidak mengeneralisasikan sesuatu hanya dari contoh yang kecil
3. konsisten dalam bersikap
saat kondisi argumen kita lemah, kita akan jatuh kedalam kontradiksi & posisi yang membingungkan, sebab kita akan mengeluarkan argumen baru yang berbeda dengan apa yang sebelumnya kita ungkapkan. oleh karena itu kita harus memiliki sikap konsisten dengan pendapat kita dari awal hingga akhir.
4. Gunakan kata-kata sederhana
ada orang yang suka menggunakan bahasa inggris, karakter mandarin/inggris. Alih-alih membantu dalam menyampakikan pendapatnya, hal ini justru akan membuatnya menerima penolakan dari lawan bicara. Ingatlah bahwa ucapan yang sulit dimengerti asalah penghalang komunikasi.
5. Tetap tenang
Kekesalan merupakan hal yang dilarang karena akan menciptakan pembiacaraan yang tidak logis dan sikap tenang sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini.
Mengungkapkan Diri Lewat Storytelling
saat diminta berbicara, berceritalah
"Kalimat pertama menarik untuk didengar"
"Beritahu kelebihanmu"
"Gunakan angka"
"setelah diterima bekerja, selesaikan sesuai target waktu"
"Menggunakan suara yang jelas dan lantang"
*hal-hal diatas merupkan cara memperkenalkan diri saat wawancara
*storytelling
ada satu kesalahan yang biasanya dilakukan saat wawancara, yaitu sibuk menyebutkan spesifikasi diri. Sotrytelling merupakan cara untuk memperkenalkan diri yang sangat efektif.
ingin menjadi pembicara, berlatih storytelling. Storytelling adalah ketrampilan berbicara yang sangat bermanfaat baik saat mengajar, pertemuan bisnis, wawancara, ataupun kehidupan sehari-hari. Storytelling yang baik membutuhkan 4 hal ( tema, konflik, simpati, dan solusi) dan 2 faktor tambahan (pembalikan dan alasan)
1. Tema
bahwa yang baik akan menang dan yang jahat akan dihukum. Cerita yang ingin disampaikan harus konsisten dengan satu tema.
2. Konflik
konflik dan klimaks merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari kisah yang menarik. Semakin dalam konflik, semakin berlipat emosi dalam cerita.
3. Simpati
sebuah cerita harus familier dan mudah dipahami untuk bisa menarik simpati.
4. Solusi
"pembalikan" berfungsi memberikan kejutan pada jalan cerita yang membosankan. Storytelling adalah teknik berbicara yang diperlukan pekerja profesional.
Takut Bicara
bukan pengalaman yang menentukan diri kita tapi makna yang diberikan pengalaman yang menentukan. Jadi cara mengatasi trauma dengan cara memulihkan rasa percaya diri dan berubah menjadi orang yang mampu berbicara cerdas.
Membuang Rasa Takut
trauma dan rasa rendah dirinya sebagai energi untuk tumbuh dan menarik dirinya terus menerus. Stave Jobs ia mencintai apa yang dikerjakannya lebih dari siapapun dan rasa percaya pada diri sendirinya sangat besar.
Kita harus terbebas dari luka atau rendah diri yang membuat kita tidak berani berbicara kepada orang lain. Ada 4 hal yang menjadikan kita memiliki keberanian untuk berbicara dengan mantap:
1. Membuat karikatur pendengar
Mari berpikir bahwa audiens bukanlah orang yang akan menilai kita, melainkan orang yang akan mendengarkan cerita kita dengan gambar. Bayangkan bahwa audiens yang sedang mendengarkan cerita kita sedang menyembunyikan kaos kakinya yang berlubang didalam sepatunya. Anda akan merasa lebih baik nyaman dan menunjukkan kemampuan Anda dengan baik.
2. Menghindari Meredakan Kapasitas Diri saat Memperkenalkan Diri
"Saya tidak sempat mempersiapkannya dengan baik"
"Saya banyak kekurangan, tapi..."
Kalimat-kalimat seperti ini tidak berfungsi untuk mengungkapkan rasa rendah hati. Kalimat ini justru membuat kepercayaan audiens turun dan membuat mereka tidak bisa fokus. Hal ini membuat kita menjadi lebih gelisah dan tidak lolos dari rasa gugup.
3. Mempelajari Konten Dengan Baik
Jika kita lebih banyak tahu daripada audiens, mereka akan berhenti menilai dan mulai memasang telinga. Saat kita menguasai apa yang akan disampaikan, audiens akan melihat dengan sorot mata lembut dan mendengarkan, bukan dengan tatapan menghakimi. Mempelajari konten presentasi akan lebih mudah dalam berbicara.
4. Mengucapkan "Mantra" dengan penuh keyakinan
"aku yang terbaik"
"hari ini aku akan menyajikan presentasi terbaik"
selalu memantrai diri sendiri dengan ucapan yang meyakinkan untuk meredakan rasa gugup. Lama kelamaan akan muncul keberanian dalam diri kita . Menurut Albert Mehrabian, menurutnya ucapan dipengaruhi 7% oleh isi, 38% oleh suara, 55% oleh gerak tubuh. Suara dan gerak tubuh dapat membuat perbedaan besar terhadap isi ucapan yang sama.
5 unsur nonverbal untuk memikat hati pendengar:
1. Penampilan yang baik
Obrolan dimulai dari pertemuan pertama antara seseorang dengan orang lainnya sehingga kesan pertama amatlah penting . Gunakan pakaian dengan gaya yang baik dalam setiap pertemuan, wawancara dan presentasi. Pilihlah dress atau kemeja formal yang dapat menunjukkan gaya Anda.
2. Selalu Tersenyum
Kita mudah tertarik dengan orang yang berwajah cerah dan tenang. Sebaliknya, orang-orang akan menjauh dengan orang yang berwajah gelap dan gelisah. Senyum memiliki daya untuk membuat hati yang melihatnya menjadi gembira dan akan merambat ke banyak orang dalam waktu singkat. Oleh karena itu, biasakanlah diri untuk sering tersenyum.
Ada 3 hal yang harus diingat untuk membentuk sebuah senyuman. Pertama, selalu lemaskan otot wajah. Anda dapat berlatih dengan mengerinyit dan melemaskan wajah. Anda dapat berlatih dengan mengerinyit dan melemaskan wajah, atau mengucapkan huruf vokal dengan membuka mulut lebar-lebar. Kedua tariklah sudut bibir sesering mungkin. Ketiga lafalkan kata-kata yang serupa dengan cookie, wakiki, dan wiskey.
3. Pupil mata yang membesar dan Tatapan yang stabil
Mata adalah jendela hati. Lewat mata kita bisa menyampaikan isi hati dan membaca hati orang lain meskipun tanpa kata-kata. Sebuah hasil menunjukkan pentingnya sorot mata. Biasanya pupil mata akan membesar saat kita merasakan kebaikan lawan bicara dan mengecil jika tidak. Tatapan yang stabil saat mengobrol juga sama pentingnya.
4. Sikap Percaya Diri
Saat berbicara, tubuh harus tegak dan penuh percaya diri
5. Gestur yang tepat
Gestur tangan yang baik biasanya memperlihatkan telapak tangan dan bergerak dari dalam ke luar. Rajin berlatih di depan kaca akan membuat anda menemukan gestur yang tepat dan terbiasa menggunakannya.
Latihan dibalik Panggung Gemerlap
Stave Jobs ia berlatih presentasi selama beberapa jam, tidak beberapa hari. Hidup akan berubah dengan mengubah cara bicara!
Pintar Mendengar Cara Mendengar
Rumus Terapi Komunikasi
C=Q X P X R
Communiation = Question (Pertanyaan) X Praise (Pujian) X Reaction (Reaksi)
Pertanyaan adalah bentuk ketertarikan terhadap lawan bicara. Oleh karena itu pertanyaan dapat disebut sebagai dasar komunikasi.
Dalam buku How to Win Friends and influance People karangan Dale Carnagie "ketertarikan" ditegaskan dalam "Enam aturan untuk mendapat kesan baik". Pertanyaan termudah yang dapat dilontarkan kepada lawan bicara adalah "Siapa nama anda"
"tinggal di gedung mana?"
"Anak anda sekolah dimana?"
bisa menjadikan anda cepat akrab dengan tetangga. Pujian akan lebih efektif dengan menunjuk bagian tubuh tertentu, misalnya "alis Anda tebal" "Kulit Anda seperti bayi".
Diperlukan "latihan memuji". Kita perlu membiasakan diri untuk memuji agar bisa fleksibel seperti pegas daam kondisi apapun.
Umpan Balik Dengan Nada Antusias
Reaksi yang paling umum adalah umpan balik verbal seperti "Oh ya". Larry King mengatakan aturan pertama dalam berdialog adalah mendengarkan. Untuk menjadi pembicara yang hebat, Anda harus terlebih dahulu menjadi pendengar yang hebat. Dalam dialog ada aturan 1-2-3. Sekali berbicara, dua kali mendengarkan, tiga kali memberi umpan balik.
Kualitas sebelum Kuantitas
Menurut laporan Kementrian Wanita dan Keluarga, waktu dialog antara usia pasangan usia paruh baya 40 hingga 50an adalah yang terendah. Sebanak 34,4% pasangan berusia 40an mengobrol kurang dari 30 menit dalam sehari, sedikit lebih banyak daripada pasangab berusia 50an yang sebesar 34,1%. Dengarkan terlebih dahulu lalu beri respon waktu yang tepat "Oh ya" "Oh begitu".
Faktor Positif dan Negatif dalam Dialog
1. Faktor positif dialog
Saling menyapa saat pulang ke rumah, menggunakan bahasa yang sopan, saling memuji dan mensyukuri, berusaha mencapai kesepakatan, mendengarkan lawan bicara hingga selesai, menunjukkan reaksi mengerti saat lawan sedang bicara.
2. Faktor Negatif Dialog
Menggunakan umpatan atau kata-kata kasar saat marah. Membanding-bandingkan dengan orang lain, berbohpng di situasi mendesak, meluapkan perasaan yang terpendam saat marah, tidak nyaman berbicara sambil menatap wajah lawan, tidak menggunakan humor, saling mengkritik dan menuding, mengungkit-ungkit kebaikan diri sendiri, mengakhiri obrolan dengan pertengkaran. Tertarik terhadap lawan bicara, memberi pujian, dan bereaksi.
Faktor negatif dialog yang perlu diingat dan dihindari ialah menggunakan kata-kata kasar/umpatan dan membandingkan dengan orang lain maka komunikasi tidak terbentuk sama sekali.
Dalam hubungan dengan orang yang sering kita jumpai seperti keluarga, teman, atau rekan kerja kita dapat menemukan kesulitan akibat komunikasi. Karena kita mengira orang lain dapat mengerti perasaan kita hanya dengan berbicara secukupnya. Mari kita eratkan hubungan dengan orang dekat dengan "Faktor positif dialog". Dengan berbicara seperti contoh dibawah ini, waktu dialog pasti akan menjadi lebih banyak.
"Semua baik-baik saja di kantor"
(saling menyapa saat pulang ke rumah)
"terima kasih, sayang"
(saling memuji dan mensyukuri)
"Benarkah?"
(menggunakan bahasa yang sopan)
"Capek ya?aku mengerti"
(Menunjukkan reaksi mengerti dan mendengar)
Tip ini dapat digunakan pada saat mengajar dan presentasi di berbagai bidang, yaitu:
1. Menggunakan suara yang tidak menidurkan pendengar. Suara yang menidurkan pendengar ialah tidak berenergi, datar, monoton. Selain itu, suara tersebut tidak mengandung emosi sama sekali. Siapapun yang mendengar suara seperti ini kelopak matanya pasti akan turun hanya dalam 10 menit. Agar bisa mengeluarkan suara yang dinamis seperti ini? Caranya dengan membaca buku sambil berlakon seperti aktor. Pilihlah dongeng pendek dan hidupkan tokoh di dalamnya dengan deklamasi sambil menggerakkan tangan, kaki, dan ekspresi wajah. Berlatihlah mengeluarkan suara dengan beragam emosi seperti sedih, senang, atau marah.
2. Lakukan 6 hal berikut ini di waktu luang untuk memelihara tenggorokan:
1) banyak minum air putih
2) jauhi rokok dan alkohol
3) lakukan pernapasan perut
4) banyak tertawa
5) jangan berdeham
6) hindari lingkungan kering dan berdebu
3. Dengarkan dengan seksama
Sikap mendengarkan keluhan dan kegelisahan lawan bicara akan mendekatkan pembicara dan pendengar dalam waktu singkat.
18.39
Sarwindah Asyifa
0 komentar :
Posting Komentar