Hello Adminers? Budaya 5S ini
penting banget kamu ketahui dan terapkan ditempat kerjamu yaa. Biar kerjaan mu
bisa lebih efisien baik waktu maupun tenaga. So, chek this out
Waktu dulu ikut seleksi karyawan IP
(Indonesia Power) anak perusahaan dari PLN sebagai staf administrasi, budaya 5
S ini banyak sekali keluar di soal tes tertulisnya. Maklum aku nggak begitu
paham sama budaya ini Cuma sebatas tahu saja. Padahal banyak sekali keluar
sampai kira2 5 nomor. Jadi menurutku ini penting untung perusahaan tersebut.
Ya, walau pada akhirnya aku nggak lolos tes tertulis waktu itu, namun aku
mencoba untuk ambil positifnya. Aku mulai membaca artikel, nonton youtube
tentang apa itu budaya 5S. secara singkat akan kutuliskan dibawah ini.
Budaya 5S merupakan budaya yang
berasal dari Negara Jepang. Budaya ini diterapkan pada industri di Negara
tersebut. 5S singkatan dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Seitsuke. Kalau
dalam bahasa Indonesia, budaya ini disebut 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat,
Rajin)
1. Seiri
(Menyortir)
Merupkan kegiatan menyingkirkan
barang-barang yang tidak diperlukan sehingga segala barang yang ada di lokasi
kerja hanya barang hanya barang yang benar-benar dibutuhkan dalam bekerja.
Artinya rapi. Jadi kita harus
memilah mana saja barang yang berguna dan sudah tidak berguna. Pilah dan susun
secara rapi. Beri label agar mudah untuk mengetahui letaknya
2. Seiton
(Mensistematisasian)
Di sini, lemari dan rak diberikan label dan benda-benda
dikembalikan ke tempat yang semestinya.
Di area kerja pabrik, ruang kerja dan ruang
untuk gerak terpisah dan diuraikan di lantai. Hal ini membuat proses kerja
jelas dan sistematis, serta tidak ada pemborosan yang berlebihan.
3. Seiso
(Membersihan)
Hal ini berarti pembersihan dan inspeksi utilitas secara
berkala, serta pemeriksaan persediaan dan inventaris untuk memastikan semua
yang dibutuhkan selalu tersedia.
Meskipun pemeriksaan yang sering ini sepertinya
membutuhkan banyak waktu, hal ini sebenarnya menghemat waktu dan biaya dalam
jangka panjang.
4. Seiketsu (Menstandardisasi)
Tiga S pertama tidak dilakukan hanya sekali,
melainkan harus dilakukan secara berkala. Selanjutnya, seiketsu memastikan
bahwa mereka dilakukan dengan cara standar agar mudah diikuti oleh semua orang.
5. Shitsuke
(Disiplin Diri)
Tentu saja, semuanya tidak akan lengkap tanpa shitsuke atau
mendisiplinkan diri agar keempat kebiasaan di atas menjadi sebuah kebiasaan. Di
perusahaan, hal ini berarti pelatihan terus-menerus.
Tujuannya untuk mempertahankan standar
sebelumnya dan meningkatkan standar yang sekarang.
Nah itu lah 5 budaya yang kalau coba
kita terapkan di pekerjaan kita apapun itu pekerjaannya akan sangat berpengaruh
seperti yang aku lakukan juga sebagai Keuangan dan Administrasi Mikro (KAM) di PNM ULAMM SALAMAN MAGELANG. Kerjaannya semakin efisien. So enjoy your job
adminers.
hal inipun juga bisa dilakukan untuk keseharian kita di rumah.
01.04
Sarwindah Asyifa
0 komentar :
Posting Komentar