Minggu, 12 Juli 2020


Hello Adminers? Budaya 5S ini penting banget kamu ketahui dan terapkan ditempat kerjamu yaa. Biar kerjaan mu bisa lebih efisien baik waktu maupun tenaga. So, chek this out

Waktu dulu ikut seleksi karyawan IP (Indonesia Power) anak perusahaan dari PLN sebagai staf administrasi, budaya 5 S ini banyak sekali keluar di soal tes tertulisnya. Maklum aku nggak begitu paham sama budaya ini Cuma sebatas tahu saja. Padahal banyak sekali keluar sampai kira2 5 nomor. Jadi menurutku ini penting untung perusahaan tersebut. Ya, walau pada akhirnya aku nggak lolos tes tertulis waktu itu, namun aku mencoba untuk ambil positifnya. Aku mulai membaca artikel, nonton youtube tentang apa itu budaya 5S. secara singkat akan kutuliskan dibawah ini.
Budaya 5S merupakan budaya yang berasal dari Negara Jepang. Budaya ini diterapkan pada industri di Negara tersebut. 5S singkatan dari Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Seitsuke. Kalau dalam bahasa Indonesia, budaya ini disebut 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin)

1.       Seiri (Menyortir)
Merupkan kegiatan menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan sehingga segala barang yang ada di lokasi kerja hanya barang hanya barang yang benar-benar dibutuhkan dalam bekerja.
Artinya rapi. Jadi kita harus memilah mana saja barang yang berguna dan sudah tidak berguna. Pilah dan susun secara rapi. Beri label agar mudah untuk mengetahui letaknya
     
2.       Seiton (Mensistematisasian)
Di sini, lemari dan rak diberikan label dan benda-benda dikembalikan ke tempat yang semestinya.
Di area kerja pabrik, ruang kerja dan ruang untuk gerak terpisah dan diuraikan di lantai. Hal ini membuat proses kerja jelas dan sistematis, serta tidak ada pemborosan yang berlebihan.

3.       Seiso (Membersihan)
Hal ini berarti pembersihan dan inspeksi utilitas secara berkala, serta pemeriksaan persediaan dan inventaris untuk memastikan semua yang dibutuhkan selalu tersedia.
Meskipun pemeriksaan yang sering ini sepertinya membutuhkan banyak waktu, hal ini sebenarnya menghemat waktu dan biaya dalam jangka panjang.


4. Seiketsu (Menstandardisasi)
Tiga S pertama tidak dilakukan hanya sekali, melainkan harus dilakukan secara berkala. Selanjutnya, seiketsu memastikan bahwa mereka dilakukan dengan cara standar agar mudah diikuti oleh semua orang.

5.  Shitsuke (Disiplin Diri)
Tentu saja, semuanya tidak akan lengkap tanpa shitsuke atau mendisiplinkan diri agar keempat kebiasaan di atas menjadi sebuah kebiasaan. Di perusahaan, hal ini berarti pelatihan terus-menerus.
Tujuannya untuk mempertahankan standar sebelumnya dan meningkatkan standar yang sekarang.


Nah itu lah 5 budaya yang kalau coba kita terapkan di pekerjaan kita apapun itu pekerjaannya akan sangat berpengaruh seperti yang aku lakukan juga sebagai Keuangan dan Administrasi Mikro (KAM) di PNM ULAMM SALAMAN MAGELANG. Kerjaannya semakin efisien. So enjoy your job adminers.

hal inipun juga bisa dilakukan untuk keseharian kita di rumah. 



0 komentar :

Posting Komentar

Visit Jawa Tengah