Senin, 08 Juni 2015



Indonesia kita tercinta ini terkenal dengan gugusan gunung dan potensi Alam yang melimpah. Begitupun potensi yang dimiliki Jawa Tengah. Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang letaknya cukup strategis karena berada di daratan padat Pulau Jawa, diapit oleh dua Provinsi besar Jawa Barat dan Jawa Timur, dan satu Daerah Istimewa Yogyakarta.

 Sumber gambar: http://bisnisukm.com/sektor-sektor-unggulan-provinsi-jawa-tengah.html
Perlu kita ketahui, Jawa Tengah dari ujung Rembang sampai ke ujung Cilacap memiliki pesona alam yang tiada terkira. Jawa tengah kaya akan wisatanya. Karena aku berasal dari Magelang, maka tulisan  ini aku mulai dari Kabupaten yang terkenal dengan sebutan kota Sejuta Bunga ini.



Di Magelang terkenal dengan Borobudurnya, baik wisatawan lokal maupun internasional selalu padat mengunjungi kawasan wisata ini. Karcis untuk masuk borobudur cukup 12 ribu untuk anak dibawah 6 tahun, dan untuk dewasa 30 ribu. Borobudur merupakan objek wisata yang bersejarah di Jawa Tengah bahkan dunia. Dulu sempat Borobudur menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Hingga saat ini kawasan wisata Candi Borobudur masih dikelola dengan baik oleh Pemerintah dan warga sekitar. Didalam kawasan Candi disediakan pula museum Kapal dan museum Candi Borobudur. Ada pula film dokumenter tentang Candi dan pengunjung juga dapat menaiki gajah yang sudah disediakan.





Selain Borobudur, ada juga Ketep Pass, Kedung Kayang, Curug Silawe, alun-alun, dll. 

Makanan khas dari Magelang adalah getuk, wajik, peyek, dan wingko. Oia jangan lupa rafting di Kali Elo yaa... dengan 100 ribu per orang kalian bisa puas nikmati aliran air kali elo plus foto bareng teman atau sahabat kalian. Muncak ke gunung merapi dan andong juga recommended buat kalian pecinta alam.
Dari Magelang kita ke Semarang. Ada Lawang Sewu yang sangat legendaris. Lawang Sewu dulunya berfungsi sebagai kantor perusahaan kereta api Belanda. Nama Lawang Sewu yang berarti seribu pintu berasal dari bentuk bangunannya yang mempunyai banyak pintu dan jendela. Yang menarik dari Lawang Sewu adalah suasana mistisnya yang dilengkapi dengan arsitektur megah khas jaman dahulu. Gedung Lawang Sewu juga mempunyai lantai bawah tanah yang dulunya difungsikan sebagai penjara. Harga tiket masuk Lawang Sewu adalah 10.000 Rupiah.








Setelah dari Lawang Sewu jangan lewatkan mampir di Masjid Agung Jawa Tengah yang berlokasi di kota Semarang, tepatnya di Jalan Gajah Raya. Masjid ini adalah salah satu masjid termegah di Indonesia yang banyak dikunjungi bukan hanya untuk beribadah saja, melainkan untuk kegiatan wisata juga.



Selain itu ada beberapa tempat wisata Semarang lainnya diantaranya Kota Lama, Klenteng Sam Poo Kong, Pantai Marina, dan lain-lain. Dan Kepulauan Karimunjawa juga tidak luput dari destinasi wisata ke Jawa Tengah yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Semarang, Jawa Tengah.
Sekarang kita ke Wonosobo. Daerah ini sejuk. Cocok buat kalian yang ingin mencari udara segar. Disana ada bukit Dieng serta kebun teh. Pulangnya jangan lupa mampir di pasar tradisional setempat dan membeli teh warga yang asli enaknya... Perkebunan teh ini terletak di Desa Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Jaraknya hanya 20 menit dari objek wisata Dataran Tinggi Dieng. Tambi bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Wonosobo yang hanya berjarak 16 kilometer ke arah utara.







Sudah ada banyak penginapan di Jawa Tengah, untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi website http://www.visitjawatengah.com. Kamu wajib dateng ke Jawa Tengah. Ayo Visit Jawa Tengah. Terakhir penulis ucapkan,  Selamat berlibur bersama keluarga dan teman kalian tercinta di Jawa Tengah tercinta. :)

Sabtu, 31 Januari 2015

Tepatnya tanggal 20 September 2014 kemarin, aku melakukan perjalanan tak terduga. niat datang ke Desa Madukoro buat tau gimana aslinya desa mandiri pangan itu yang menang juara 1 adi karya pangan nusantara tingkat Nasional. Wow Banget.. Kabupaten Magelang yang aku tinggali selama ini ternyata punya Desa Hebat begini.. Itung-itung jalan-jalan sekalian mau aku jadikan lokasi penelitian yang pas banget buat event lomba saat itu. Maka aku tekadkan buat datang ke desa ini sendirian. penasaran banget gimana desa hebat itu ada di kabupaten Magelang.
setelah muter-muter sendirian, tanya sana tanya sini,  akhirnya ketemu juga sama kantordesa Madukoronya, alamatnya di Kajoran, Magelang

 and then aku di sana ketemu sama bapak fathudin. beliau langsung nunjukin kandang ternak kambing.
 beliau juga nunjukin penangkaran lebah madu.
saat aku wawancara diakui sama beliau kalau dengan adanya kelompok Tani "Maju Lestari" pendapatan keluarga bapak Fathudi lebih berlipat. Yang awalnya hasil dari tanam ketela hanya menghasilkan 750ribu sekarang berlipat menjadi 1,5 juta!!!
jadi ada peningkatan ekonomi tani dengan adanya kelompok tani ini :D
kotoran kambing ini dijadikan pupuk yang setelahnya digunakan untuk memupuki  tanah tanaman ketela yang ada di pegununngan yang notabennya tanahnya kering. 
woww.. bisa dijadikan contoh buat desa-desa yang ada di pegunungan yang tanahnya gersang  yah...
ini dia profil dari kelompok tani "Maju Lestari"

berikut beberapa dokumentasi yang bisa aku ambil kemarin





barangkali itu saja yang bisa aku bagi. Semoga bisa menjadi gambaran bagi Pembaca yang mungkin tertarik untuk melakukan penelitian di Desa tersebut?? (efek gagal Penelitian karena berbagai hal). :D Salam Berbagi
*terimakasih Bapak Fathudin yang sangat ramah, Sukses selalu untuk Kelompok Ternaknya

Selasa, 29 Juli 2014



Paper berjudul  “Segoro Amarto: Strategi Sultan Mengemas Demokrasi dalam Lingkup Keistimewaan sebagai Upaya Penanggulangan Kemisikinan di Yogyakarta” yang disusun oleh Tim yang terdiri dari   5 orang mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNY, berhasil merebut perhatian dewan juri dan menobatkannya sebagai Best Paper Sub-Tema Kepemimpinan dalam ajang Konferensi Nasional Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara III, yang dilaksanakan di Universitas Indonesia, 11—14 Maret lalu.  Tim mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara, yang terdiri dari Jumrotul Hasanah, Abdur Rohman Hakim, Silvia Sonya, Sarwindah Asyifa, dan Mochamad Septian Adi Cahyono,  berhasil mengalahkan  tim dari UGM dan Unair.
Jumrotul Hasanal dengan antusias sepulang dari Jakarta menceritakan ketertarikan mereka mengangkat tema tersebut karena predikat istimewa Yogyakarta dan apalagi dengan disahkannya UU No 13 Tahun 2012, tentang Keistimewaan Yogyakarta  serta ditetapkannya Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Sri Paku Alam IX sebagai  gubernur dan wakil gubernur, masih ada pihak-pihak yang menganggap hal tersebut tidak demokratis dan menyangsikan adanya demokrasi di DIY.   Jumrotul dkk mengatakan adanya penetapan bukan berarti esensi dari kebijakan otonomi daerah yang berkaitan dengan gelombang demokratisasi tidak dapat berjalan di DIY.
Argumentasi mereka bahwa pengembangan demokratisasi tidak hanya berkutat pada pemilukada yang digadang-gadang menjadi pesta demokrasi di daerah, tetapi terdapat berbagai bentuk demokrasi lain yang dikemas oleh Sri Sultan HB X dalam konsep Keistimewaan yang diwujudkan dengan berbagai kebijakan untuk mengatasi permasalahan di DIY.  Mereka melihat, Konsep kebijakan  “Segoro Amarto” yang merupakan ide dari Sri Sultan HB X , merupakan wujud dari kebijakan yang demokratis.
Konsep “Segoro Amarto”, yang menggali budaya masyarat DIY yang tetap menjaga kearifan lokal seperti gotong royong, guyup rukun, rasa handarbeni, teguh nguri-uri tradisi lan bubaya dan menghormati leluhur, dijadikan strategi Sultan untuk menanggulangi kemiskinan di DIY.  “Segoro Amarto” menitikberatkan pada penanaman dan pengembangan nilai-nilai kemandirian, kepedulian, kebersamaan, serta kedisiplinan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tercermin pada sikap, perilaku, gaya hidup, dan wujud kebersamaan masyarakat DIY sehingga kehidupan akan menjadi lebih sejahtera.
Melalui kebijakan “Segoro Amartro” ini, Sri Sultan HB X berusaha mengerakkan seluruh masyarakat Yogyakarta untuk menanggulangi kemiskinan. Melalui paper dengan judul di atas, mereka membahas   implementasi strategi tersebut dan menguraikan keberhasilan kebijakan ini dalam mengurangi dan pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan di  tiga kelurahan yaitu Kricak, Sorosutan, dan Tegalpanggung sebagai pilot project gerakan  “Segoro Amarto”.
Salah satu  Dosen Pembimbing Akademik (PA), Lena Satlita, Msi.,  mengatakan sangat bangga dengan prestasi anak didiknya yang saat ini  duduk di semester 4. Selain tim yang dapat best paper, dua tim lain berhasil lolos seleksi dan ikut dalam ajang tersebut.  Lena mengatakan Jurusan Ilmu Administrasi Negara di FIS UNY  memang relatif masih baru, alumninya juga baru sekitar 25 orang. Tapi Lena yakin, karena jurusan ini  merupakan  pilihan favorit  bagi yang ingin kuliah di FIS UNY, inputnya bagus, sehingga  tamatan jurusan ini bisa bersaingan dengan Jurusan Administrasi Negara dari universitas terkemuka lainnya di Indonesia.  (lensa)

Sumber: http://uny.ac.id/berita/mahasiswa-jurusan-ilmu-administrasi-negara-fis-uny-raih-best-paper-kepemimpinan.html

SEGORO AMARTO ANTARKAN MAHASISWA FIS RAIH PENGHARGAAN



Dalam ajang Temu Administrator Muda Indonesia (Temu Admi) di Universitas Brawijaya tanggal 22—25 September 2013 lalu, delegasi dari Jurusan Ilmu Administrasi Negara (IAN), Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY) memperoleh penghargaan presentasi dan penelitian terbaik. Penelitian dengan tema “Pembangunan Berbasis Potensi Keunggulan Lokal” ini digawangi oleh Silvia Sonya, Sarwindah Asyifa, M. Robi’e, dan Eka Puspasari. Penelitian tersebut  mengangkat keistimewaan DIY sebagai potensi keunggulan lokal dalam penanggulangan kemiskinan melalui Gerakan Segoro Amarto.
Penelitian yang berjudul “Segoro Amarto: Inovasi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Kota Yogyakarta” merupakan lanjutan dari paper Segoro Amarto yang bulan Maret lalu juga berhasil meraih best paper. “Kalau kemarin kami mengangkat Segoro Amarto dari segi kepemimpinan Sultan dan itu hanya sebatas studi literatur, sekarang kami mencoba menggali lebih dalam dari segi inovasi kebijakannya melalui penelitian,” ungkap Silvia.
Bagi mereka, penghargaan tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Pasalnya IAN FIS UNY baru menyatakan bergabung dengan Admi tahun 2012. “Temu Admi tahun lalu kita belum membuat penelitian karena masih berstatus sebagai anggota peninjau. Boleh dikatakan kalau tahun ini adalah pertama kalinya Jurusan IAN ikut Admi sebagai anggota tetap dan alhamdulillah dapat penghargaan,” kata Robi ketua delegasi.
Meskipun tergolong jurusan baru, kualitas mahasiswa Jurusan IAN FIS UNY tidak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai dosen pembimbing, Kurnia Nur Fitria, S.IP. mengaku sangat bangga atas prestasi anak didiknya tersebut. (Team SA/Eko)
http://www.uny.ac.id/berita/segoro-amarto-antarkan-mahasiswa-fis-raih-penghargaan.html


Sabtu, 13 April 2013


Ketika aku memberikan yang lebih untuk orang lain
Aku teringat betapa besar dan banyaknya hal yang diberikan oleh orang tua

Tapi aku sering lupa
Bahkan menyepelekannya

Dan aku berfikir
Berapa banyak kita telah memberi untuk orang lain
Tapi sudah berapa banyak kita memberi untuk orang tua

Bapak ibu..
Indah sayang kalian semua

Aku hanya bisa mendoakan semoga kalian panjang umur
Sampai indah bisa mapan
Dan membahagiakan kalian semua

Semoga kalian sehat selalu
Maafkan anakmu yang belum bisa membuat kalian istirahat di rumah saja
 
Anakmu yang selalu memaksamu untuk bekerja
Demi menghidupi anakmu yang sedang beranjak dewasa ini
Labil dan bahkan hanya menyusahkan kalian
Maaf maaf maaf…




Walaubagaimanapun kau telah mengisi hari hari ku
Kau hadir memberikan keceriaan dalam kehidupanku

Walau kau hanya seekor binatang
Yang tidak semua orang senang padamu
Namun aku tetap menjagamu

Penyesalan ku muncul
Ketika teriangat aku telah menyiakan mu

Maafkan aku ncrut…
Aku dan keluarga ku akan selalu merindukan mu..
Selamat jalan mpus,,


Kini tidak ada lagi wajah unyumu
Tak ada lagi tingkah lucu mu
Tidak ada lagi kegelisahan karena menantimu seharian tidak pulang

Mpus aku semakin merindukan kehadiranmu
Kehadiran ditengah-tengah hangatnya canda tawa keluarga..

Miss u mpus :’(


Kamis, 11 April 2013

Baru sempat menuliskan ini.
Sekitar bulan Maret lalu aku bersama teman- temanku pergi ke Jakarta. Kota yang selalu membuatku ingin bekerja disana. Alhamdulillah Paper Segoro Amarto membawa kami ke acara Konferensi Nasional III yang diadakan oleh AN nya UI.
ya. tepat malam hari pertama kami ljalan -jalan ke kota Tua.Dengan naik Kereta Ekonomi yang tiketnya hanya 1500. Namun banyak kriminalitas didalamnya. sangat jelas terlihat. bahkan temanku sempat diincar.
dan kami tiba di stasiun kota
lalu kita langsung goes to Kota Tua.


Tidak lupa foto sama Ondel ondel :P
dan perutpun keroncongan. lantas kita langsung cari makan :P

lanjut, kita pulang. tidak lupa foto-foto di stasiun kota

singkat cerita
yang ini foto pas mau gala dinner
yang ini foto bareng sama anak Unair
Pinggir danau UI

nggak sempet foto sama pak JK :(

alhamdulillah dapat juara 'best papper' :D
http://uny.ac.id/berita/mahasiswa-jurusan-ilmu-administrasi-negara-fis-uny-raih-best-paper-kepemimpinan.html
endingnya mampir ke DPR





sungguh perjalanan yang takkan terlupakan ..
alhamdulillah...





Visit Jawa Tengah